Rabu, 16 April 2014

MSDM



BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian dari ilmu manajemen yang memfokuskan perhatiannya pada pengaturan peranan sumber daya manusia dalam kegiatan suatu organisasi. Dalam mencapai tujuannya tentu suatu organisasi memerlukan sumber daya manusia sebagai pengelola sistem, agar sistem ini berjalan tentu dalam pengelolaanya harus memperhatikan beberapa aspek penting seperti pelatihan, pengembangan, motivasi dan aspek-aspek lainya. Hal ini akan menjadikan manajemen sumber daya manusia sebagai salah satu indikator penting pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan efisien.
Sumber daya manusia merupakan asset organisasi yang sangat vital, karena itu peran dan fungsinya tidak bisa digantikan oleh sumber daya lainnya. Betapapun modern teknologi yang digunakan, atau seberapa banyak dana yang disiapkan, namun tanpa sumber daya manusia yang professional semuanya menjadi tidak bermakna.
            Maka dari itu dalam makalah ini akan di bahas tentang konsep dasar manajemen sumber daya manusia yang terdiri dari pengertian dan luang lingkup manajemen sumber daya manusia, posisi/kedudukan MSDM dalam organisasi, peran dan fungsi MSDM, serta MSDM dalam tinjauan islam.

B.     Rumusan Masalah
a.       Pengertian dan ruang lingkup MSDM
b.      Posisi MSDM dalam organisasi
c.       Peran dan fungsi MSDM
d.      MSDM dalam tinjauan islam






BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian dan Ruang Lingkup Manajemen Sumber Daya Manusia
1.      Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
Sebelum membahas  tentang pengertian MSDM, perlu diungkap tentang pengertian manajemen sumber daya manusia. Adapun asal kata manajemen tersebut merupakan pengembangan dari kata asal bahasa latin, yaitu: “manus” yang berarti tangan dan kemudian berkembang menjadi : ‘”maneggiare” yang berarti menangani. Perkembangan selanjutnya manajemen didefinisikan secara beragam oleh para pakar, beberapa pendapat tersebut antara lain[1]:
a.       G.R.Tery (1960)
Manajemen adalah melakukan pencapaian tujuan atau organisasi yang sudah ditentukan sebelumnya dengan mempergunakan bantuan orang lain.
b.      Harold Koontz  dan Cyril O.Dannel
Manajemen adalah penyelesaian pegawai melalui orang lain.
c.       John M. Pfifner
Manajemen berhubungan dengan pengarahan orang dan tugas- tugasnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
d.      Stoner dan Freeman
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pemimpin dan pengendalian upaya anggota organisasai dan proses penggunaan semua lain- lain sumber daya organisasi untuk tercapainya tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Dari pengertian para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa, manajemen sumber daya manusia merupakan serangkaian kegiatan pengelolaan dan pengorganisasian dari fungsi sumber daya manusia dalam rangka untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien.[2]

2.      Ruang Lingkup Manajemen Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia dalam organisasi terdiri atas semua orang yang beraktivitas dalam organisasi. Manajemen sumber daya manusia berkaitan dengan berbagai kegiatan organisasi seperti: seleksi calon pegawai, penerimaan, pelatihan, dan pengembangan, penggajian, evaluasi, promosi pegawai dan pemutusan hubungan kerja.
Adapun ruang lingkup yang menjadi bahasan dalam manajemen sumber daya manusia menurut Bernadin dan Russel  meliputi: rancangan organisasi, manajemen kinerja, staffing, pengembangan pegawai, dan organisasi, sistem reward, tunjangan-tunjangan dan pematuhan, komunikasi dan relasi publik. Secara garis besar disajikan pada tabel 2 berikut ini:[3]

A.    Rencana Organisasi
A.    Manajemen Kinerja
-          Perencanaan sumber daya manusia
-          Penilaian manajemen
-          Analisis pekerjaan atau pegawai
-          Program peningkatan produktivitas
-          Rancangan pekerjaan atau pegawai
-          Penilalain kinerja
-          Tim Kerja

-          Sistem informasi

B.     Staffing atau susunan kepegawaian
B.     Pengembangan pegawai dan organisasi
-          Rekrut/interview/meperkerjakan
-          Pengembangan pengawasan / manajemen
-          Affirmative action
-          Perencanaan/pengembangan karir
-          Promosi/pemindahan/separasi
-          Program-program pembinaan
-          Pelayanan-pelayanan outplacement
-          Pelatihan ketrampilan non-manajemen
-          Pengangkatan/orientasi
-          Program-program persiapan pensiun
-          Metode-metode seleksi pekerja
-          Penelitian-penelitian terhadap sikap
C.    Sistem Reward, tunjangan-tunjangan dan pematuhan
C.    Komunikasi dan relasi publik
-          Program-program keamanan
-          Sistem informasi/laporan/catatan sumber daya manusia
-          Pelayanan kesehatan/medis
-          Komunikasi/publikasi pekerja
-          Prosedur-prosedur pengaduan/disiplin
-          Sistem penyaranan
-          Administrasi tunjangan asuransi
-          Penelitian sumber daya manusia
-          Rencana pembagian laba / pensiun

-          Hubungan-hubungan kerja


B.     Posisi/Kedudukan MSDM dalam organisasi
Untuk melihat bagaimana kedudukan dan peranan MSDM dalam suatu organisasi, adalah sangat penting untukdiketahui terlebih dahulu apa sebenarnya organisasi itu.
Raymond E. Miles memberi batasan mengenai organisasi sebagai berikut:
“....an organisation is nothing more than a collection of people grouped together around a technology which is operated to transform inputs from its environment into marketable goods or services.” (...
Organisasi tidak lebih daripada sekelompok orang yang berkumpul bersama disekitar suatu teknologi yang dipergunakan untuk mengubah input-input dari lingkungan menjadi barang atau jasa-jasa yang dapat dipasarkan.
Organisasi tidak terlepas dari pengaruh lingkungan yang ada disekitarnya. Lingkungan merupakan sumber pemasok inputs bagi organisasi, dan juga sebagai penerima outputs dari organisasi itu sendiri. Dari lingkungan suatu organisasi memperoleh bahan-bahan(materials) yang diperlukan, baik fisik maupun non fisik,dan dari lingkungan juga organisasimenangkap cita-cita, tujuan, kebutuhan, dan harapan. Lingkungan juga merupakan tempat pelemparan keluaran-keluaran berupa barang-barang atau jasa-jasa hasil olahan organisasi.
Unsur manusia di dalam organisasi, mempunyai kedudukan yang sangat strategis karena manusialah yang bisa mengetahui input-input apa yang perlu diambil dari lingkungan, dan bagaimana caranya untuk mendapatkan dan/atau menangkap input-input tersebut, teknologi dan cara apa yang di anggap tepat untuk mengolah atau mentransformasikan input-input tadi menjadi output-output yang memenuhi keinginan pasar,atau publik (lingkungan).
Jadi, menurut Miles, dalam manajemen terdapat kurang lebih tiga kelompok variabel utama, yakni organisasi, manusia, dan lingkungan, yang saling berinteraksi menurut pola tertentu, dan masing-masingnya memiliki karakteristik dan/atau nilai-nilai tertentu. Berbicara mengenai organisasi tidak akan lepas dari pada lingkungan dimana organisasi itu berada, dan manusianya yang merupakan sentrum segalanya.[4]


Marketing
Bidang-Bidang dalam Manajemen :
Finance
Operation
Human Resource
 




Bidang sumber daya manusia (Human Resource)
Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menerangkan keanekaragaman aktivitas-aktivitas yang terlibat dalam penarikan,pengembangan, dan mempertahankan tenaga kerja perusahaan yang berbakat dan bersemangat (Amirullah dan Rindiyah:2002). Beberapa persoalan penting yang akan dibahas dalam kaitannya dengan proses manajemen sumber daya manusia itu menyangkut:
a.       Penarikan tenaga kerja yang berkualitas, mengelola perencanaan, rekruitment, dan seleksitenaga kerja.
b.      Mengembangkan tenaga kerja yang berkualitas, mengelola orientasi, pelatihan dan pengembangan, serta perencanaan dan pengembangan karir pegawai.
c.       Mempertahankan tenaga kerja yang berkualitas, mengelola penahanan dan pergantian, penilaian kinerja, kompensasi dan benefit, dan hubungan tenaga kerja dan manajemen.[5]

Hubungan antar bidang dalam organisasi

Bidang
Tugas
Yang Dibutuhkan
Bagian Terkait
Pemasaran
Mengusahakan produk laku terjual
-          Barang sesuai kebutuhan pasar
-          Sarana fisik
-          Orang baik
-          Uang
-          Produksi


-          Umum/SDM
-          Umum/SDM
-          Keuangan
Produksi
Menghasilkan produk sesuai kebutuhan pasar
-          Bahan baku
-          Alat/mesin
-          Informasi pasar
-          Orang
-          Uang
-          Pemasaran
-          Umum
-          Pemasaran

-          Umum/SDM
-          keuangan
Keuangan
Mendapatkan dan menggunakan dana
-          informasi keb. Dana
-          sumber dana
-          peralatan
-          orang
-          semua bagian

-          pihak luar
-          umum/SDM
-          umum/SDM
Umum/SDM
-          menyediakan, memelihara,  mengembangkan manusia
-          menyediakan sarana penunjang
-          informasi keb. Manusia


-          informasi keb. Sarana penunjang
-          semua bagian



-          semua bagian


C.    Peran dan Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia
Ø  Peranan MSDM
Manajemen adalah fungsi yang berhubungan dengan mewujudkan hasil tertentu melalui kegiatan orang-orang. Hal ini berarti bahwa sumber daya manusia berperan penting dan dominan dalam manajemen.
MSDM mengatur dan menetapkan program kepegawaian yang mencakup masalah-masalah sebagai berikut:
1.      Menetapkan jumlah, kualitas, dan penempatan kerja yang efektif sesuai dengan kebutuhan perusahaan berdasarkan job description, job specification, job requirement, job evaluation.
2.      Menetapkan penarikan, seleksi, dan penempatan karyawan berdasarkan asas the right man and the right place and the right man in the right job.
3.      Menetapkan program kesejahteraan, pengembangan promosi, dan pemberhentian.
4.      Meramalkan penawaran dan permintaan sumber daya manusia pada masa yang akan datang.
5.      Memperkirakan keadaan perekonomian pada umumnya dan pergembangan perusahaan pada khususnya.
6.      Memonitor dengan cermat undang-undang perburuhan dan kebijaksanaan pemberian balas jasa perusahaan-perusahaan sejenis.
7.      Memonitor kemajuan teknik dan perkembangan serikat buruh.
8.      Melaksanakan pendidikan, latihan, dan penilaian prestasi karyawan.
9.      Mengatur mutasi karyawan baik vertikal maupun horizontal.
10.  Mengatur pensiun, pemberhentian, dan pesangonya.
Tenaga kerja manusia selain mampu, cakap, dan terampil, juga tidak kalah pentingnya kemauan dan kesungguhan mereka untuk bekerja efektif dan efisien.[6]

Ø  Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen sumber daya manusia memiliki beberapa fungsi penting yang sangat berpengaruh terhadap efektifitas perjalanan organisasi. Karena sumber daya Manusia dalam organisasi sangat lah penting, sehingga apabila terjadi sesuatu dalam suatu sumber daya manusia akan berpengaruh terhadap keseluruhan dalam organisasi.
Adapun fungsi operasional manajemen sumber daya manusia antara lain:
a.       Fungsi Perencanaan
Fungsi ini terkait dengan memperkirakan kebutuhan sumber daya manusia baik secara kualitas maupun kuantitas sesuai dengan strategi organisasi. Perencanaan sumber daya manusia ini sangat penting karena terkait visi dan misi organisasi dalam pemenuhan sumber daya manusia dimasa yang akan datang.
b.      Fungsi Pengadaan
Dalam fungsi pengadaaan ini dimulai dari proses rekrutmen dan seleksi, sampai penempatan karyawan sesuai dengan keahlian yang dimiliki. Fungsi pengadaan memiliki peran penting dalam memilih sumber daya yang memiliki kualifikasi sesuai dengan diskripsi jabatan, karena calon karyawan yang direkrut akan menentukan nasib organisasi yang akan datang.
c.       Fungsi Pelatihan dan Pengembangan
Dalam fungsi ini terkait peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan yang dihadapi organisasi dalam merespon kebutuhan dan perubahan selera konsumen, untuk memenuhi kebutuhan tersebut perlu dilakukan pelatihan dan pengembangan.
d.      Fungsi Kompensasi
Dalam fungsi kompensasi terkait dengan feedback yang diberikan kepada karyawan atas kontribusi dalam upaya mengembangkan organisasi.
e.       Fungsi Maintenance
Fungsi ini bertujuan untuk memelihara karyawan supaya tetap tinggal dalam organisasi, fungsi ini juga menyediakan fasilitas pemeliharaan pada kondisi fisik dan mental pekerja.[7]


D.    Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Tinjauan Islam
SDM merupakan kekuatan terbesar  dalam pengolahan seluruh resources yang ada di muka bumi SDM, karena pada dasarnya semua ciptaan allah yang ada di muka bumi ini memang sengaja diciptakan oleh allah untuk kemaslahatan umat manusia.Oleh karena itu sumber daya yang ada ini harus dijaga dan dikelola dengan benar karena itu merupakan amanah yang akan dimintai pertanggungjawabanya kelak. Untuk mendapatkan pengelolaan yang baik, ilmu sangatlah diperlukan untuk menopang pemberdayaan dan optimalisasi manfaat sumber daya yang ada. Di dalam surah Ar-Rohman ayat ke 33 Allah telah menganjurkan manusia untuk menuntut ilmu seluas-luasnya tanpa batas dalam rangka membuktikan kemahakuasaan Allah SWT.
Allah mencerminkan keadaan manusia yang ideal dalam kitab-Nya yaitu dengan kriteria sekurang-kurangnya adalah sebagai berikut:
1.      Segala sesuatunya harus dikerjakan dalam rangka untuk mengesakan Allah (QS Muhammad:19)
2.      Menganggap bahwa semuanya adalah saudara dan memiliki kedudukan yang sama meskipun berbeda suku bangsa (QS Al-Hujurat:13)
3.      Saling tolong menolong dan berbuat baik sehingga akan tercipta masyarakat yang harmonis (QS Al-Maidah:2)
4.      Berlomba-lomba dalam kebaikan (QS Al-Baqarah:148)
5.      Toleransi dan bebas menjalankan ajaran agama masing-masing (QSAl-Kafirun:1-6)
6.      Selalu istiqomah dalam kebaikan atau teguh pendirianya dan tidak melampaui batas (QS Hud:112)
7.      Adil dan selalu memperjuangkan kebenaran (QS An-Nisa:58)
8.      Mengembangkan pola pikir dengan mempertimbangkan kebaikan atau keburukan tentang suatu hal tertentu atau ijtihad (QS Al-Baqarah:219)
Jika manusia telah mampu untuk mengamalkan hal diatas tentulah sumber daya manusia dan alam akan teroptimalkan. Pengayaan kualitas SDM merupakan suatu keharusan dalam islam, sabagaimana yang telah disampaikan oleh Rasulullah SAW bahwa menuntut ilmu adalah wajib dari mulai lahir hingga wafat. Oleh karena itu mempelajari semua ilmu, baik umum maupun keagamaan merupakan suatu keharusan.[8]
Ayat yang menerangkan tentang manajemen sumber daya manusia terdapat pada surat
Hasan laggulung melihat potensi yang ada pada manusia sangat penting sebagai karunia yang diberikan Allah untuk menjalankan tugasnya sebagai kholifah di muka bumi. Suatu kedudukan yang istimewa di dalam alam semesta ini. Manusia tidak akan mampu menjalankan amanahnya sebagai kholifah , tidak akan mampu mengemban tanggung jawabnya jikalau ia tidak dilengkapi dengan potensi-potensi dan mengembangkanya sebagai sebuah kekuatan dan nilai lebih manusia dibandingkan makhluk lainya. Artinya, jika SDMnya berkualitas maka ia akan dapat mempertanggung jawabkan amanahnya sebagai seorang kholifah dengan baik. Kualitas SDM tak hanya cukup dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga mengembangkan nilai-nilai rohani, yaitu berupa iman dan taqwa. Dari uraian tersebut dapat dipahami bahwa pengembangan SDM sangat penting, tak hanya terbatas pada ilmu pengetahuan dan teknologi saja. Namun, pengembangan SDM juga mencakup dimensi spiritual. Kualitas SDM tidak akan sempurna tanpa ketangguhan mental spiritual keagamaan. SDM yang memiliki dan menjunjung tinggi nilai-nilai agama akan lebih tangguh secara rohaniah. Dengan demikian akan lebih mempunyai tanggung jawab spiritual terhadap ilmu pengetahuan serta tekhnologi. Sumber daya manusia yang tidak disertai dengan kesetiaan kepada nilai-nilai keagamaan, hanya akan membawa manusia kearah pengajaran kenikmatan duniawi atau hedonisme belaka. Dan jika semangat hedonisme sudah menguasai manusia, bias diramalkan yang terjadi adalah eksploitasi alam sebesar-besarnya tanpa rasa tanggung jawab dan bahkan penindasan manusia terhadap manusia lain. Kesimpulan lengkap yang berkaitan dengan acuan bagi pengembangan SDM berdasarkan konsep islam, membentuk manusia yang berakhlak mulia, yang senantiasa menyembah Allah yang menebarkan rahmat bagi alam semesta dan bertaqwa kepada Allah. Inilah yang menjadi arah tujuan pengembangan SDM menurut konsep islam.[9]
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
MSDM merupakan serangkaian kegiatan pengelolaan dan pengorganisasian dari fungsi sumber daya manusia dalam rangka untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Adapun ruang lingkup yang menjadi bahasan dalam manajemen sumber daya manusia menurut Bernadin dan Russel  meliputi: rancangan organisasi, manajemen kinerja, staffing, pengembangan pegawai, dan organisasi, sistem reward, tunjangan-tunjangan dan pematuhan, komunikasi dan relasi publik.
manusia di dalam organisasi, mempunyai kedudukan yang sangat strategis karena manusialah yang bisa mengetahui input-input apa yang perlu diambil dari lingkungan, dan bagaimana caranya untuk mendapatkan dan/atau menangkap input-input tersebut, teknologi dan cara apa yang di anggap tepat untuk mengolah atau mentransformasikan input-input tadi menjadi output-output yang memenuhi keinginan pasar,atau publik (lingkungan).
Manajemen adalah fungsi yang berhubungan dengan mewujudkan hasil tertentu melalui kegiatan orang-orang. Hal ini berarti bahwa sumber daya manusia berperan penting dan dominan dalam manajemen. fungsi operasional manajemen sumber daya manusia antara lain: fungsi perencanaan, fungsi pengadaan, fungsi pelatihan dan pengembangan, fungsi kompensasi, fungsi maintenance.
.SDM menurut tinjauan islam tak hanya cukup dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga pengembangan nilai-nilai rohani, yaitu berupa iman dan taqwa. SDM yang mempunyai dan memegang nilai-nilai agama akan lebih tangguh secara rohaniah. Dengan demikian akan lebih mempunyai tanggung jawab spiritual terhadap ilmu pengetahuan serta tekhnologi. Sumber daya manusia yang tidak disertai dengan kesetiaan kepada nilai-nilai keagamaan, hanya akan membawa manusia kearah pengajaran kenikmatan duniawi atau hedonisme belaka. Dan jika semangat hedonisme sudah menguasai manusia, bias diramalkan yang terjadi adalah eksploitasi alam sebesar-besarnya tanpa rasa tanggung jawab dan bahkan penindasan manusia terhadap manusia lain.


DAFTAR PUSTAKA
Sulistiyani, Ambar T dan Rosidah, Manajemen Sumber Daya Manusia, Graha Ilmu:Yogyakarta, 2003
Wahibur Rokhman, Manajemen Sumber Daya Manusia, Nora Media Enterprise:Kudus,2011


[1] Sulistiyani, Ambar T dan Rosidah, Manajemen Sumber Daya Manusia, Graha Ilmu:Yogyakarta, 2003, hal.7
[2] Wahibur Rokhman, Manajemen Sumber Daya Manusia, Nora Media Enterprise:Kudus,2011, hal.3
[3] Op.cit,hal. 27
[4] Faustino Cardoso Gomes,Manajemen Sumber Daya Manusia,Yogyakarta, ANDI,2003 hal.23-25
[5] Sri Budi Cantika Yuli,Manajemen Sumber Daya Manusia,Malang,Universitas Muhammadiyah Malang,2005 hal.13-14
[6] H. Malayu S.P. Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta:PT bumi aksara, 2009. Hlm 12-13
[7] Wahibur Rokhman, Manajemen Sumber Daya Manusia, Kudus: Nora Media Enterprise,2011.hlm 3-5
[8] http://adieenilmu.blogspot.com/2011/05/manajemen-sumber-daya-manusia-msdm.html





                           









2 komentar: